Microsoft Outage Berlanjut, Layanan Global Terganggu. Gangguan layanan Microsoft yang dimulai sejak 23 Januari 2026 pagi masih berlanjut hingga 27 Januari malam. Azure, Microsoft 365 (termasuk Teams, Outlook, OneDrive), serta Xbox Live dan beberapa layanan enterprise mengalami outage parsial hingga total di berbagai wilayah. Pusat data utama di Amerika Utara, Eropa Barat, dan Asia Tenggara tetap terdampak paling parah. Hingga malam ini, Microsoft masih melaporkan “degraded performance” di dashboard status resminya dan menyebut penyebab utama adalah kegagalan jaringan cascading yang belum sepenuhnya teratasi. Dampaknya terasa luas: jutaan pengguna korporat dan individu mengalami gangguan produktivitas, rapat Teams terputus, email tertunda, file OneDrive tidak tersinkronisasi, dan gamer Xbox mengeluh login gagal serta matchmaking error. REVIEW FILM
Penyebab dan Skala Gangguan: Microsoft Outage Berlanjut, Layanan Global Terganggu
Menurut update terakhir Microsoft (27 Januari pukul 20.00 WIB), gangguan bermula dari kegagalan perangkat jaringan di region East US 2 yang memicu efek domino ke region lain melalui interconnect backbone Azure. Beberapa pengguna melaporkan error kode 503, 504, dan “We’re having trouble reaching this site” di berbagai layanan. Skala dampak sangat luas:
Microsoft 365: Outlook dan Teams down di lebih dari 75 persen wilayah global, OneDrive sync gagal di sebagian besar pengguna.
Azure: lebih dari 45 persen layanan PaaS dan IaaS mengalami degradasi, termasuk App Service, Virtual Machines, dan Storage Accounts.
Xbox Live: gamer di Amerika Utara, Eropa, dan Asia melaporkan login gagal, matchmaking error, dan game cloud tidak bisa diakses.
GitHub: beberapa service seperti Actions dan Packages terdampak parsial. Gangguan ini juga memengaruhi layanan pihak ketiga yang bergantung pada Azure AD, seperti Salesforce, Zoom, dan ribuan aplikasi SaaS lainnya. Microsoft Indonesia menyatakan sebagian besar layanan sudah pulih di Asia Tenggara, meski beberapa fitur seperti real-time co-authoring di Word dan Excel masih degraded.
Dampak di Indonesia dan Respons Perusahaan: Microsoft Outage Berlanjut, Layanan Global Terganggu
Di Indonesia, dampak terasa paling kuat pada sektor korporat, pendidikan, dan pemerintahan. Banyak perusahaan melaporkan karyawan tidak bisa akses email kantor, file bersama di OneDrive, dan rapat Teams selama jam kerja. Beberapa universitas dan sekolah daring terpaksa menunda kelas karena platform Microsoft 365 down. Microsoft Indonesia mengeluarkan pernyataan singkat melalui akun resmi: “Kami menyadari adanya gangguan layanan di beberapa region, termasuk Asia Tenggara. Tim engineering sedang bekerja 24/7 untuk memulihkan layanan sepenuhnya.” Hingga malam 27 Januari, sebagian besar layanan sudah pulih di wilayah Asia Tenggara, meski beberapa fitur seperti real-time co-authoring di Word dan Excel masih degraded. BNSP dan Kominfo juga memantau situasi, meski gangguan ini bersifat global dan bukan serangan siber. Beberapa pakar keamanan siber menduga adanya cascading failure akibat overload setelah update jaringan besar-besaran yang dilakukan Microsoft akhir pekan lalu.
Reaksi Pengguna dan Dampak Ekonomi
Reaksi pengguna di media sosial sangat beragam. Banyak yang mengeluh dengan tagar #MicrosoftDown dan #TeamsOutage, sementara sebagian lain memanfaatkan momen untuk bercanda bahwa “akhirnya bisa kerja tanpa gangguan Teams”. Di sisi bisnis, beberapa perusahaan besar di Indonesia dan global melaporkan kerugian produktivitas jutaan dolar per jam. Pasar saham bereaksi negatif: saham Microsoft (MSFT) turun sekitar 2,1 persen pada penutupan perdagangan 26 Januari di New York. Beberapa analis menyebut ini sebagai pengingat betapa ketergantungannya dunia pada infrastruktur cloud Microsoft, terutama setelah insiden CrowdStrike Juli 2024 yang juga memicu outage global.
Kesimpulan
Gangguan layanan Microsoft yang berlanjut hingga 27 Januari 2026 menjadi pengingat keras betapa krusialnya ketahanan infrastruktur cloud di era digital. Dari email kantor hingga rapat virtual dan penyimpanan data, jutaan pengguna global terdampak hanya karena satu kegagalan jaringan yang cascading. Meski Microsoft bergerak cepat memulihkan layanan, kejadian ini menimbulkan pertanyaan besar tentang diversifikasi provider cloud dan pentingnya rencana kontingensi di perusahaan. Bagi pengguna Indonesia, ini jadi pelajaran bahwa ketergantungan pada satu ekosistem (terutama Microsoft 365 dan Azure) bisa berisiko tinggi saat terjadi outage global. Semoga insiden ini menjadi momentum perbaikan permanen dari Microsoft, dan pengingat bagi semua organisasi untuk tidak menaruh semua telur dalam satu keranjang. Layanan kembali normal, tapi pelajaran dari hari ini akan bertahan lebih lama.