Hujan Ekstrem Ancam Jakarta-Banten Hari Ini. Hujan ekstrem kembali mengancam wilayah Jakarta dan Banten sepanjang 23 Januari 2026. BMKG memperpanjang status siaga hingga malam hari setelah curah hujan sangat lebat (150–280 mm dalam 24 jam) tercatat di beberapa titik sejak dini hari. Bibit siklon tropis di Samudra Hindia selatan Jawa masih aktif dan terus menarik massa udara basah, memicu konvergensi angin monsun baratan yang kuat. Hingga sore hari, genangan sudah melanda 68 RT di Jakarta dan 42 titik di Banten, dengan banjir rob masih menggenangi pesisir utara. BPBD DKI dan Banten sudah siaga penuh, sementara warga diminta waspada banjir kilat, longsor kecil, dan angin kencang hingga 50 km/jam. MAKNA LAGU
Penyebab dan Prakiraan Cuaca: Hujan Ekstrem Ancam Jakarta-Banten Hari Ini
Bibit siklon tropis yang terdeteksi sejak 20 Januari terus menguat di sekitar 9–13°LS dan 105–112°BT. Sistem ini menarik uap air dalam jumlah besar dari Samudra Hindia, menciptakan zona konvergensi angin yang sangat kuat. Kelembapan lapisan atas mencapai 90–95%, ditambah suhu permukaan laut hangat di atas 28,5 °C, sehingga awan cumulonimbus berkembang masif di atas Jabodetabek dan Banten. Hujan lebat hingga sangat lebat sudah terjadi sejak subuh di Jakarta Selatan (Pancoran, Tebet, Mampang), Jakarta Timur (Ciracas, Duren Sawit), Tangerang Selatan, dan Serpong dengan intensitas 50–80 mm/jam di beberapa titik. Prakiraan hingga malam: hujan ekstrem masih melanda Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok, Bogor, dan sebagian Banten bagian utara. Curah hujan tambahan 80–150 mm diperkirakan malam ini, dengan potensi petir dan angin kencang 40–60 km/jam. Risiko banjir bandang dan longsor di lereng Bogor dan Depok juga meningkat.
Dampak dan Titik Rawan Terkini: Hujan Ekstrem Ancam Jakarta-Banten Hari Ini
Hingga sore 23 Januari, BPBD DKI mencatat 68 RT terendam dengan ketinggian 40–120 cm, terutama di Cawang, Kampung Melayu, Cipinang Melayu, Duren Sawit, dan Pluit (banjir rob). Jalan protokol seperti Jl. MT Haryono, Jl. DI Panjaitan, Jl. Raya Bogor, dan Jl. Sudirman-Thamrin macet parah karena genangan dan kendaraan mogok. Banjir rob di pesisir utara Jakarta masih mencapai 60–90 cm, menggenangi Pluit, Ancol, Muara Karang, dan Penjaringan. Di Banten, Tangerang Selatan dan Serpong melaporkan genangan 50–100 cm di kawasan perumahan dan jalan utama. Longsor kecil terjadi di 9 titik di Bogor dan Depok, menutup beberapa jalan provinsi. Total korban jiwa sementara nihil, tapi sekitar 1.400 warga mengungsi ke posko masjid dan sekolah. Listrik padam di ratusan rumah karena pohon tumbang menimpa kabel, dan jaringan telepon terganggu di beberapa kawasan.
Respons Pemerintah dan Rekomendasi
BPBD DKI dan Banten sudah mengaktifkan posko darurat 24 jam di 15 titik rawan. Pompa air di 14 lokasi utama Jakarta beroperasi penuh, sementara pintu air Manggarai dan Waduk Pluit dibuka maksimal untuk antisipasi luapan Kali Ciliwung. Dishub menutup sementara beberapa ruas jalan rawan dan mengalihkan lalu lintas. Petugas gabungan TNI-Polri dan Satpol PP membantu evakuasi dan distribusi logistik: makanan siap saji, air bersih, selimut, dan obat-obatan. BMKG meminta masyarakat pantau prakiraan cuaca setiap jam melalui aplikasi Info BMKG, hindari daerah rawan banjir dan sungai meluap, serta siapkan tas darurat berisi makanan, air, obat, dan dokumen penting. Nelayan dan pengguna transportasi air diminta tunda aktivitas hingga gelombang reda. Pemerintah pusat melalui BNPB siap kirim bantuan alat berat jika genangan meluas.
Kesimpulan
Hujan ekstrem yang masih berlangsung hingga malam 23 Januari 2026 terus mengancam Jakarta dan Banten dengan genangan baru dan risiko luapan sungai. Titik rawan di Jakarta Timur, Selatan, dan pesisir utara tetap tinggi, sementara Banten bagian utara juga terdampak parah. Respons cepat dari BPBD, pompa air, dan evakuasi preventif jadi harapan utama mengurangi dampak. Namun prakiraan hujan lanjutan menunjukkan kewaspadaan harus dipertahankan hingga besok pagi. Warga diminta tetap pantau informasi resmi, hindari daerah rawan, dan siapkan diri menghadapi cuaca buruk. Semoga hujan segera reda dan wilayah terdampak bisa pulih tanpa korban tambahan. Cuaca ekstrem memang ujian berat, tapi kesiapsiagaan bersama bisa meminimalkan kerugian. Tetap aman di rumah kalau tidak mendesak!