Cuaca Ekstrem Ancam Bali & NTB 9-10 Februari

Cuaca Ekstrem Ancam Bali & NTB 9-10 Februari

Cuaca Ekstrem Ancam Bali & NTB 9-10 Februari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 9–10 Februari 2026. Hujan lebat disertai petir, kilat, dan angin kencang diprediksi mengguyur sebagian besar wilayah kedua provinsi tersebut, dengan potensi curah hujan mencapai 80–150 mm dalam 24 jam di beberapa titik. Puncak intensitas diperkirakan terjadi pada malam hingga dini hari. Peringatan ini muncul karena pengaruh sisa La Niña lemah yang masih aktif, ditambah massa udara basah dari Samudra Hindia dan daerah pertemuan angin di lapisan rendah yang memicu pertumbuhan awan konvektif sangat produktif. BMKG menegaskan risiko tinggi banjir, genangan, longsor, banjir bandang, dan pohon tumbang, terutama di kawasan rawan. BERITA VOLI

Analisis Cuaca dan Wilayah Berisiko Tinggi: Cuaca Ekstrem Ancam Bali & NTB 9-10 Februari

Pola cuaca ekstrem di Bali dan NTB pada 9–10 Februari didorong oleh kombinasi faktor lokal dan regional. Sejak pagi 9 Februari, awan cumulonimbus mulai berkembang pesat akibat pemanasan kuat di daratan dan kelembapan tinggi di atmosfer. Malam hari menjadi periode paling kritis karena sistem konvergensi angin di atas Bali dan Lombok-Sumbawa semakin kuat, memicu hujan lebat yang bisa berlangsung berjam-jam.
Di Bali, wilayah yang paling berpotensi mengalami hujan ekstrem meliputi Kabupaten Gianyar (Ubud dan sekitarnya), Kabupaten Bangli, Kabupaten Karangasem (terutama lereng Gunung Agung), serta sebagian Denpasar dan Badung bagian utara. Kecamatan seperti Tampaksiring, Kintamani, dan Rendang diprediksi masuk kategori siaga dengan curah hujan ekstrem. Di NTB, risiko tertinggi ada di Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, Sumbawa, dan Dompu. Kecamatan Aikmel, Pringgabaya, Sape, dan Hu’u termasuk zona rawan banjir bandang dan longsor.
BMKG juga mencatat kemungkinan petir intens dan angin kencang hingga 50–70 km/jam, terutama di zona pesisir dan perbukitan. Fenomena ini diperparah oleh kondisi atmosfer yang masih sangat lembap meski musim hujan sudah memasuki fase transisi Februari. Prakiraan menunjukkan intensitas hujan mulai berkurang secara bertahap pada siang hari 10 Februari, tetapi akumulasi air dari hari sebelumnya tetap berisiko memicu banjir di daerah aliran sungai dan genangan di kawasan perkotaan.

Potensi Dampak dan Langkah Antisipasi: Cuaca Ekstrem Ancam Bali & NTB 9-10 Februari

Cuaca ekstrem dua hari berturut-turut ini berpotensi menimbulkan dampak serius di Bali dan NTB. Di Bali, banjir dan genangan diprediksi terjadi di aliran Sungai Ayung, Sungai Unda, serta kawasan Denpasar bagian selatan dan Sanur. Daerah perbukitan Gianyar, Bangli, dan Karangasem rawan longsor tanah karena lereng yang sudah jenuh air sejak awal tahun. Pohon tumbang, gangguan listrik akibat petir, serta terganggunya akses jalan menuju objek wisata seperti Kintamani dan Besakih juga menjadi ancaman nyata.
Di NTB, banjir bandang berpotensi tinggi di aliran Sungai Jangkuk (Lombok Timur), Sungai Samaku (Sumbawa), dan daerah aliran di sekitar Gunung Rinjani. Kawasan pesisir seperti Senggigi, Kuta Lombok, dan pantai selatan Lombok juga berisiko genangan rob akibat kombinasi hujan lebat dan pasang tinggi. Transportasi udara di Bandara Internasional Lombok dan Zainuddin Abdul Madjid bisa terganggu jika petir terlalu intens.
Pemerintah Provinsi Bali dan NTB bersama BPBD setempat sudah mengaktifkan status siaga. Pompa air, tim reaksi cepat, dan posko bantuan telah disiagakan. Rekomendasi utama untuk warga meliputi pembersihan saluran air dan selokan sebelum hujan semakin deras, menghindari aktivitas di bantaran sungai dan lereng curam, serta menyiapkan dokumen penting dalam tas kedap air. Pengguna jalan diminta ekstra hati-hati, terutama malam hari ketika visibilitas rendah. Bagi masyarakat di zona merah longsor dan banjir bandang, disarankan mempersiapkan rencana evakuasi sementara jika curah hujan melebihi ambang batas bahaya.

Kesimpulan

Peringatan BMKG tentang cuaca ekstrem di Bali dan NTB pada 9–10 Februari 2026 adalah panggilan serius untuk kewaspadaan maksimal. Meski tidak masuk kategori siklon tropis, durasi hujan lebat yang cukup panjang tetap berpotensi menimbulkan masalah signifikan di kawasan rawan. Kesiapsiagaan dini—mulai dari membersihkan drainase hingga mengurangi mobilitas di malam hari—akan sangat menentukan seberapa kecil dampak yang terjadi. BMKG akan terus memperbarui informasi setiap enam jam, jadi pantau terus kanal resmi. Di musim transisi seperti ini, cuaca bisa berubah cepat. Lebih baik terlalu waspada daripada terlambat bertindak. Tetap aman, jaga diri, dan lindungi lingkungan sekitar selama periode hujan ekstrem ini.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *