BPH Migas Pastikan Distribusi BBM Kalbar Terkendali

BPH Migas Pastikan Distribusi BBM Kalbar Terkendali

BPH Migas Pastikan Distribusi BBM Kalbar Terkendali. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan bahwa distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) tetap terkendali meskipun terjadi peningkatan konsumsi signifikan sejak awal Februari 2026. Pernyataan ini disampaikan Kepala BPH Migas Erika Retnowati pada konferensi pers di Pontianak, 20 Februari 2026. Lonjakan permintaan BBM, khususnya Pertalite dan Solar, mencapai 12–15% dibandingkan rata-rata Januari, dipicu oleh aktivitas perkebunan kelapa sawit, transportasi antarkabupaten, dan mudik dini Lebaran yang mulai terlihat. Meski demikian, stok BBM di Kalbar masih berada pada level aman, dengan ketahanan rata-rata 18–22 hari untuk Pertalite dan 25 hari untuk Solar. BPH Migas menegaskan tidak ada rencana pembatasan penyaluran, tapi terus memantau agar tidak terjadi antrean panjang seperti pengalaman tahun-tahun sebelumnya. BERITA TERKINI

Kondisi Stok dan Penyaluran Saat Ini: BPH Migas Pastikan Distribusi BBM Kalbar Terkendali

BPH Migas mencatat stok BBM di Kalbar per 19 Februari 2026 mencapai 92.400 kiloliter untuk Pertalite, 48.700 kiloliter untuk Solar, dan 12.800 kiloliter untuk Pertamax. Angka ini cukup untuk memenuhi kebutuhan harian rata-rata 4.800 kiloliter Pertalite dan 2.200 kiloliter Solar. Penyaluran harian di 12 kabupaten/kota di Kalbar stabil, dengan SPBU di Pontianak, Singkawang, dan Ketapang melaporkan pasokan normal tanpa antrean. Di daerah pedalaman seperti Kapuas Hulu dan Melawi, penyaluran melalui mobil tangki tetap lancar meski beberapa jalur terdampak banjir kecil. Erika Retnowati menjelaskan bahwa koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan telah diperketat: pengiriman kapal dari Balikpapan dan Dumai ditingkatkan frekuensinya menjadi 2–3 kali seminggu untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi menjelang Ramadan.
Beberapa faktor yang mendukung kelancaran distribusi antara lain:
Penambahan 8 unit mobil tangki baru untuk rute pedalaman.
Pengawasan ketat terhadap penyaluran BBM bersubsidi agar tidak bocor ke sektor industri atau kendaraan non-subsidi.
Operasi pasar rutin di 15 titik SPBU besar untuk memastikan stok tidak kosong.
Hingga 20 Februari, tidak ada laporan kekurangan stok di SPBU manapun di Kalbar, meski beberapa SPBU di Sintang dan Sanggau sempat mengalami antrean singkat pada 17–18 Februari akibat keterlambatan pengiriman satu hari.

Upaya Antisipasi dan Imbauan ke Masyarakat: BPH Migas Pastikan Distribusi BBM Kalbar Terkendali

BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan telah membentuk posko pengawasan 24 jam di Pontianak dan Sintang untuk memantau distribusi secara real-time. Tim gabungan juga melakukan sidak ke SPBU-SPBU besar dan depo BBM untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan atau penyalahgunaan kuota. Erika Retnowati mengimbau masyarakat Kalbar untuk tidak panic buying dan membeli BBM sesuai kebutuhan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa pasokan dari kilang Balikpapan dan Dumai masih mencukupi, dan pemerintah pusat sudah menyiapkan cadangan darurat jika terjadi gangguan logistik akibat cuaca buruk atau banjir di Kalimantan. Di sisi lain, BPH Migas juga mengingatkan pemilik kendaraan untuk memprioritaskan BBM nonsubsidi (Pertamax, Pertamax Turbo) jika memungkinkan, agar kuota Pertalite dan Solar benar-benar tersalurkan kepada masyarakat yang berhak.

Kesimpulan

BPH Migas memastikan distribusi BBM di Kalbar tetap terkendali meski konsumsi melonjak signifikan sejak pertengahan Februari 2026. Stok yang masih aman, pengiriman rutin, dan pengawasan ketat membuat pasokan BBM tidak terganggu hingga saat ini. Di tengah Februari 2026, keberhasilan menjaga stabilitas distribusi ini menjadi bukti koordinasi yang baik antara pemerintah pusat, daerah, dan Pertamina. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan menjelang Ramadan dan Lebaran yang konsumsi BBM biasanya meningkat tajam. Masyarakat diimbau bijak dalam penggunaan BBM dan tidak melakukan panic buying agar pasokan tetap lancar bagi semua. Dengan pengawasan yang terus diperketat, Kalbar diharapkan bisa melewati periode puncak musim hujan dan hari raya tanpa kekurangan BBM yang berarti.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *