BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem untuk sebagian besar wilayah Indonesia mulai 28 Januari hingga 2 Februari 2026. Bibit siklon tropis yang masih aktif di Samudra Hindia selatan Jawa terus menarik massa udara basah, memicu potensi hujan lebat hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang. Status siaga merah diberlakukan di 18 provinsi, termasuk Jawa Tengah selatan, DI Yogyakarta, Jawa Timur selatan, Bali, NTB, NTT, serta sebagian Sumatera dan Sulawesi. BMKG memprediksi curah hujan kumulatif bisa mencapai 200–400 mm dalam 5 hari di zona rawan, jauh melebihi normal Januari. Peringatan ini menyusul banjir dan longsor yang sudah menewaskan puluhan orang di Jawa dan Sumatera dalam dua pekan terakhir. REVIEW FILM

Penyebab dan Wilayah Rawan: BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem

Bibit siklon tropis yang terdeteksi sejak akhir Desember 2025 kini berada di sekitar 9–14°LS dan 105–115°BT dengan kecepatan angin maksimum 70–90 km/jam. Sistem ini menciptakan zona konvergensi angin monsun baratan yang sangat kuat, ditambah suhu permukaan laut di atas 29 °C dan kelembapan lapisan atas mencapai 92–98%. Akibatnya, awan cumulonimbus berkembang masif dan menghasilkan hujan lebat berkepanjangan disertai petir serta angin kencang 50–80 km/jam. Wilayah rawan utama meliputi: Jawa Tengah selatan (Cilacap, Kebumen, Purworejo, Wonogiri), DI Yogyakarta (Bantul, Gunungkidul), Jawa Timur selatan (Banyuwangi, Jember, Lumajang, Malang selatan), Bali (Badung, Gianyar, Denpasar selatan), NTB (Lombok Tengah, Sumbawa), NTT (Kupang, Sumba Timur, Flores Timur), serta sebagian Sumatera Selatan dan Lampung. Gelombang tinggi 4–7 meter juga mengancam pesisir selatan Jawa dan Bali, sementara angin kencang berpotensi merobohkan pohon dan tiang listrik.

Dampak yang Sudah Terjadi dan Potensi Bahaya: BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem

Hingga pagi 28 Januari, banjir bandang dan longsor susulan masih terjadi di Jawa Timur selatan dan Bali. Di Banyuwangi dan Jember, banjir sungai merendam ribuan rumah dengan ketinggian hingga 1,5–2 meter. Longsor di lereng Gunung Lawu dan Gunung Wilis menutup akses jalan nasional di beberapa titik. Di Bali, banjir rob dan luapan sungai menggenangi kawasan Denpasar selatan dan Badung. Total korban jiwa akibat cuaca ekstrem sejak 23 Januari mencapai 42 orang (termasuk korban sebelumnya), dengan lebih dari 45.000 jiwa mengungsi. Potensi bahaya ke depan: banjir bandang di daerah aliran sungai, longsor di lereng curam yang sudah jenuh air, banjir rob di pesisir, dan angin kencang yang dapat merobohkan pohon serta tiang listrik. BMKG memprediksi puncak hujan ekstrem terjadi pada 29–30 Januari, terutama di wilayah selatan Jawa dan Bali.

Respons Pemerintah dan Rekomendasi Masyarakat

BNPB telah menetapkan status siaga darurat bencana di 18 provinsi rawan. Posko gabungan dibuka di tingkat kabupaten/kota, dengan distribusi logistik darurat (makanan siap saji, air minum, selimut, obat-obatan, tenda) sedang digesa. TNI-Polri dikerahkan untuk evakuasi dan pembersihan akses jalan yang terputus. Presiden memerintahkan percepatan bantuan dan evakuasi preventif di zona merah. BMKG meminta masyarakat:
Pantau prakiraan cuaca setiap jam melalui aplikasi Info BMKG.
Hindari aktivitas di lereng curam, tepi sungai, dan pesisir saat hujan lebat.
Siapkan tas darurat berisi makanan, air, obat, dokumen penting, dan senter.
Nelayan diminta tunda melaut hingga gelombang reda. Pemerintah daerah diinstruksikan memperkuat peringatan dini dan membersihkan saluran drainase yang tersumbat.

Kesimpulan

Peringatan cuaca ekstrem BMKG untuk Jawa dan Bali hingga awal Februari 2026 harus menjadi sinyal serius bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Dengan potensi hujan lebat hingga 400 mm dan risiko banjir bandang serta longsor yang tinggi, kesiapsiagaan menjadi kunci utama mengurangi korban. Respons cepat BNPB dan TNI-Polri sudah terlihat, tapi peran aktif warga dalam mengikuti arahan resmi sangat menentukan. Semoga hujan segera mereda dan tidak ada korban tambahan. Cuaca ekstrem memang ujian berat, tapi kewaspadaan dan solidaritas bisa menyelamatkan banyak nyawa. Tetap aman di rumah kalau tidak mendesak, dan selalu pantau informasi resmi dari BMKG.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *