Demo Buruh di Jakarta Tolak Kenaikan UKT

Demo Buruh di Jakarta Tolak Kenaikan UKT

Demo Buruh di Jakarta Tolak Kenaikan UKT. Ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja dan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (13 Februari 2026). Massa yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), dan Aliansi BEM SI menolak keras kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang diberlakukan sebagian besar perguruan tinggi negeri untuk tahun akademik 2026/2027. Aksi berlangsung damai namun tegas, dengan spanduk bertuliskan “UKT Naik, Rakyat Makin Susah” dan “Cabut Kenaikan UKT, Selamatkan Pendidikan Rakyat”. Demonstrasi ini menjadi salah satu respons terbesar masyarakat terhadap kebijakan pendidikan tinggi yang dianggap semakin membebani keluarga pekerja dan kelas menengah bawah. BERITA TERKINI

Penyebab dan Isi Tuntutan: Demo Buruh di Jakarta Tolak Kenaikan UKT

Kenaikan UKT 2026 yang diberlakukan sebagian besar PTN—termasuk UI, ITB, UGM, Unpad, dan Unair—rata-rata mencapai 10–35 persen tergantung kelompok UKT. Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok UKT 8 hingga 12, dengan beberapa program studi mencapai Rp15–25 juta per semester. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menyatakan kenaikan ini untuk menutup gap anggaran operasional PTN yang tidak lagi cukup ditopang dana APBN dan biaya pendidikan yang terus naik.
Massa aksi menuntut empat hal pokok: (1) pencabutan kenaikan UKT 2026 dan pengembalian tarif ke level 2025, (2) pembekuan kenaikan UKT hingga evaluasi menyeluruh dilakukan, (3) perluasan beasiswa dan bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu, serta (4) transparansi penggunaan dana UKT oleh PTN agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan non-akademik. Para orator menyatakan bahwa kenaikan UKT di tengah daya beli masyarakat yang masih rapuh pasca-pandemi dan inflasi pangan akan memutus akses pendidikan tinggi bagi anak-anak buruh dan petani. Beberapa mahasiswa juga menyoroti bahwa banyak rekan mereka terpaksa cuti kuliah atau beralih ke perguruan tinggi swasta dengan biaya lebih tinggi.

Situasi di Lapangan dan Respons Pemerintah: Demo Buruh di Jakarta Tolak Kenaikan UKT

Aksi dimulai pukul 09.00 WIB dari Bundaran Hotel Indonesia dan berkumpul di depan Istana sekitar pukul 10.30 WIB. Massa membawa spanduk, poster, dan yel-yel yang menuntut keadilan pendidikan. Petugas kepolisian menjaga ketat kawasan Istana tanpa insiden berarti. Beberapa perwakilan buruh dan mahasiswa diterima oleh staf Kepresidenan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi menyatakan bahwa kenaikan UKT sudah melalui mekanisme evaluasi dan persetujuan Senat Akademik masing-masing PTN, serta tetap menyediakan jalur beasiswa dan UKT rendah bagi mahasiswa kurang mampu. Menteri Pendidikan Tinggi menyatakan siap membuka dialog dengan perwakilan mahasiswa dan buruh untuk mengevaluasi implementasi kenaikan UKT. Sementara itu, Presiden Prabowo dalam keterangan singkatnya menyatakan bahwa pemerintah akan memastikan akses pendidikan tinggi tetap terbuka bagi anak-anak bangsa dari semua lapisan masyarakat, termasuk melalui perluasan beasiswa dan bantuan biaya hidup.

Kesimpulan

Demonstrasi buruh dan mahasiswa di Jakarta menunjukkan bahwa isu kenaikan UKT bukan sekadar keluhan mahasiswa, melainkan keprihatinan luas dari keluarga pekerja terhadap akses pendidikan tinggi yang semakin mahal. Di tengah daya beli masyarakat yang masih rapuh, kenaikan UKT berpotensi memutus mimpi anak-anak buruh dan petani untuk kuliah. Respons pemerintah yang terbuka untuk dialog patut diapresiasi, tapi tuntutan utama tetap jelas: kenaikan UKT harus ditunda atau dibatalkan hingga evaluasi menyeluruh dilakukan. Pendidikan tinggi yang berkualitas dan terjangkau adalah hak dasar, bukan privilege. Semoga aspirasi massa tidak hanya berhenti di jalanan, tapi benar-benar diwujudkan dalam kebijakan yang pro-rakyat dan pro-pendidikan.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *