Banjir Rob Rendam Pesisir Makassar

Banjir Rob Rendam Pesisir Makassar

Banjir Rob Rendam Pesisir Makassar. Banjir rob kembali menerjang kawasan pesisir Makassar pada Jumat dini hari hingga siang (13 Februari 2026). Air laut pasang tinggi mencapai 1,2–1,6 meter di atas permukaan normal, merendam puluhan kelurahan di Kecamatan Ujung Tanah, Wajo, dan Tamalate. Genangan air asin setinggi lutut hingga pinggang orang dewasa melumpuhkan aktivitas warga, merusak puluhan rumah panggung, dan mengganggu lalu lintas di Jalan Ujung Pandang hingga Jalan Nusantara. BPBD Kota Makassar mencatat sekitar 1.800 rumah terdampak, dengan 450 di antaranya mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Banjir rob kali ini menjadi yang terparah dalam dua tahun terakhir, ditambah hujan deras sejak Rabu malam yang memperburuk drainase kota. INFO DJ

Penyebab dan Dampak Langsung: Banjir Rob Rendam Pesisir Makassar

Banjir rob dipicu kombinasi fenomena alam dan faktor manusia. Pasang tinggi maksimum (king tide) mencapai 2,1 meter di Pelabuhan Paotere pada pukul 04.30 WITA, ditambah angin kencang dari arah barat laut yang mendorong gelombang lebih tinggi dari biasanya. Curah hujan 120–150 mm dalam 36 jam terakhir membuat sistem drainase kota kewalahan: saluran tersumbat sampah, sedimentasi di muara Sungai Tallo, dan hilangnya mangrove di pesisir memperparah intrusi air laut ke daratan.
Dampak terasa luas di kawasan pesisir. Di Kelurahan Paotere, Kampung Buyang, dan Kampung Buyang Baru, air asin merendam ratusan rumah panggung hingga ketinggian 80–120 cm. Puluhan perahu nelayan terseret dan rusak, stok ikan asin serta garam di gudang kecil hancur terendam. Jalan poros Ujung Pandang–Losari tertutup genangan hingga 50 cm, memaksa pengendara memutar lewat jalur dalam kota yang juga macet. Sekitar 2.200 jiwa mengungsi ke masjid, gereja, dan balai RT setempat. Dua anak kecil sempat terpeleset di genangan dan mengalami luka ringan, sementara beberapa lansia mengeluh sesak napas akibat udara lembap dan bau lumpur asin. Kerugian material sementara diperkirakan mencapai Rp8–12 miliar, terutama dari perabot rumah tangga, peralatan nelayan, dan stok dagangan kecil.

Upaya Penanganan dan Bantuan: Banjir Rob Rendam Pesisir Makassar

Pemkot Makassar langsung menetapkan status siaga darurat sejak Kamis malam. BPBD Kota bersama Dinas PU, Dinas Perikanan, TNI-Polri, Tagana, dan relawan PMI mendirikan posko utama di Balai Kota dan posko pendukung di tiga kelurahan terdampak. Sebanyak 12 perahu karet dan tim evakuasi dikerahkan untuk menjangkau rumah-rumah panggung yang terisolasi.
Bantuan logistik berupa paket sembako, air minum, selimut, dan tikar sudah mulai disalurkan ke posko pengungsian. Dinas Kesehatan Kota mendirikan posko kesehatan darurat untuk memantau potensi penyakit kulit, diare, dan ISPA akibat air asin dan kelembapan tinggi. PLN memulihkan listrik secara bertahap setelah beberapa gardu terendam, sementara PDAM memastikan pasokan air bersih ke pengungsian. Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengimbau warga membersihkan saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan agar banjir rob tidak semakin parah. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyatakan provinsi siap mengalokasikan dana siaga dan koordinasi dengan BNPB untuk bantuan tambahan jika genangan tidak surut dalam 48 jam ke depan.

Kesimpulan

Banjir rob yang merendam pesisir Makassar pada 12–13 Februari 2026 menjadi pengingat bahwa kota pantai seperti Makassar sangat rentan terhadap pasang tinggi dan perubahan iklim. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini telah mengganggu kehidupan ribuan warga, merusak mata pencaharian nelayan, dan menimbulkan kerugian material yang cukup besar. Respons cepat pemerintah kota dan provinsi patut diapresiasi, terutama dalam evakuasi dan distribusi bantuan. Namun solusi jangka panjang harus segera diwujudkan: restorasi mangrove, normalisasi saluran drainase, pembangunan tanggul rob yang lebih kokoh, dan relokasi bertahap bagi pemukiman paling rawan. Banjir rob memang sering terjadi di musim transisi, tapi frekuensi dan intensitas yang semakin meningkat seharusnya jadi alarm keras bagi semua pihak. Semoga genangan segera surut dan warga pesisir Makassar bisa kembali beraktivitas normal tanpa harus terus khawatir setiap kali pasang tinggi datang.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *