BMKG: Potensi Longsor di Jawa Barat Tinggi

BMKG: Potensi Longsor di Jawa Barat Tinggi

BMKG: Potensi Longsor di Jawa Barat Tinggi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini bahwa potensi longsor di wilayah Jawa Barat berada pada level tinggi sepanjang 10–14 Februari 2026. Curah hujan yang masih intens, ditambah tanah yang sudah jenuh akibat hujan berhari-hari sebelumnya, membuat sejumlah kabupaten dan kota rawan mengalami pergerakan tanah. Daerah yang paling berisiko meliputi Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung, Garut, Tasikmalaya, hingga Pangandaran. BMKG meminta masyarakat, terutama yang tinggal di lereng curam, tebing, dan sekitar sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan karena longsor bisa terjadi kapan saja, bahkan saat hujan ringan. Situasi ini menjadi pengingat bahwa musim hujan tahun ini masih menyimpan ancaman serius bagi wilayah pegunungan dan perbukitan Jawa Barat. REVIEW FILM

Penyebab dan Prakiraan Potensi Longsor: BMKG: Potensi Longsor di Jawa Barat Tinggi

Potensi longsor yang tinggi dipicu oleh beberapa faktor yang saling memperkuat. Curah hujan di Jawa Barat bagian selatan dan tengah masih berada di kategori tinggi hingga sangat tinggi, dengan akumulasi harian mencapai 50–150 mm di beberapa titik. Tanah yang sudah jenuh air sejak akhir Januari tidak lagi mampu menyerap tambahan curah hujan, sehingga meningkatkan tekanan pada lereng.
BMKG mencatat adanya zona konvergensi angin di lapisan rendah yang memicu pembentukan awan hujan konvektif. Selain itu, pengaruh fenomena La Niña lemah yang masih aktif membuat pola hujan cenderung lebih lama dan merata. Data historis menunjukkan Februari sering menjadi bulan puncak kejadian longsor di Jawa Barat karena kombinasi tanah basah dan hujan yang tak kunjung reda.
Peta potensi longsor BMKG menyoroti area berisiko tinggi di:
Kabupaten Bogor (Cisarua, Puncak, Ciawi, Caringin)
Kabupaten Sukabumi (Cibadak, Parungkuda, Pelabuhan Ratu)
Kabupaten Cianjur (Cugenang, Cipanas, Warungkondang)
Kabupaten Bandung (Cisarua, Lembang, Ciwidey)
Kabupaten Garut dan Tasikmalaya (wilayah pegunungan selatan)
Potensi longsor diperkirakan tetap tinggi hingga pertengahan Februari, dengan kemungkinan peningkatan jika hujan lebat kembali turun secara terus-menerus.

Dampak dan Kejadian Terkini: BMKG: Potensi Longsor di Jawa Barat Tinggi

Beberapa kejadian longsor ringan hingga sedang sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir. Di Kabupaten Bogor, longsor kecil menutup akses jalan di beberapa titik menuju Puncak pada 8–9 Februari, meski sudah dibuka kembali setelah pembersihan. Di Cianjur, material longsor menimpa beberapa rumah di lereng Gunung Gede, menyebabkan pengungsian sementara warga. Garut dan Tasikmalaya juga melaporkan longsor tebing yang menutup jalan desa dan mengancam permukiman.
Dampaknya tidak hanya material. Akses ke sekolah dan puskesmas di daerah terpencil terganggu, pasokan bahan pokok tertahan, serta aktivitas ekonomi warga menurun. Banyak keluarga di lereng curam terpaksa mengungsi ke posko-posko desa karena rumah mereka berada di zona bahaya. Risiko korban jiwa tetap tinggi jika longsor besar terjadi di malam hari atau saat warga sedang tidur.
Petani di dataran tinggi melaporkan kerusakan pada tanaman hortikultura karena tanah longsor menutup lahan pertanian. Di sisi lain, jalan provinsi dan nasional yang menghubungkan Bogor–Sukabemi dan Bandung–Garut sering mengalami penutupan sementara, memaksa pengendara mencari jalur alternatif yang lebih panjang.

Langkah Antisipasi dan Imbauan

Pemprov Jawa Barat bersama BPBD kabupaten/kota telah mengaktifkan status siaga longsor. Tim reaksi cepat dikerahkan ke daerah rawan, lengkap dengan alat berat untuk pembersihan jalan dan evakuasi darurat. Posko bantuan didirikan di tingkat desa dan kecamatan, menyediakan tenda, makanan, dan obat-obatan.
BMKG mengimbau warga untuk:
Tidak beraktivitas di lereng curam atau tebing saat hujan deras
Memantau informasi cuaca melalui aplikasi resmi BMKG
Menyiapkan tas siaga berisi dokumen penting, pakaian ganti, dan obat-obatan
Melaporkan tanda-tanda longsor seperti retakan tanah, pohon miring, atau suara gemuruh
Pemerintah daerah juga meminta warga yang tinggal di zona merah untuk mengungsi sementara jika hujan tak kunjung reda. Koordinasi dengan TNI, Polri, dan relawan terus diperkuat agar penanganan bisa dilakukan cepat jika terjadi kejadian.

Kesimpulan

Potensi longsor yang tinggi di Jawa Barat menjadi peringatan serius bahwa musim hujan belum sepenuhnya reda. Dengan tanah yang sudah jenuh dan prakiraan hujan yang masih intens, risiko pergerakan tanah tetap mengintai hingga pertengahan Februari 2026. Kewaspadaan dini, pemantauan cuaca rutin, dan kesiapan evakuasi menjadi kunci utama mengurangi korban dan kerugian. Pemerintah daerah dan masyarakat perlu bekerja sama erat agar kejadian tragis bisa dihindari. Semoga hujan segera mereda dan wilayah pegunungan Jawa Barat bisa kembali aman bagi seluruh warganya. Tetap waspada dan saling mengingatkan selama periode ini berlangsung.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *