Gelombang Tinggi 4 Meter di Selatan Jawa

Gelombang Tinggi 4 Meter di Selatan Jawa

Gelombang Tinggi 4 Meter di Selatan Jawa. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperpanjang peringatan gelombang tinggi hingga 4 meter di perairan selatan Jawa mulai 7 hingga 9 Februari 2026. Peringatan ini mencakup Samudra Hindia bagian selatan Banten hingga Jawa Timur, Selat Sunda bagian selatan, serta perairan selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Tinggi gelombang dominan diprediksi 2,5–4,0 meter, dengan potensi mencapai 4,5 meter di zona terbuka Samudra Hindia. Gelombang tinggi ini dipicu kombinasi angin kencang Monsun Asia dan sisa massa udara basah dari ex-siklon PENHA yang masih aktif. BMKG mengimbau nelayan tradisional, kapal tongkang, dan wisatawan pantai untuk tidak melaut atau mendekati bibir pantai. REVIEW FILM

Penyebab dan Zona Rawan: Gelombang Tinggi 4 Meter di Selatan Jawa

Angin kencang dengan kecepatan 25–40 knot (46–74 km/jam) masih berhembus di Samudra Hindia selatan Jawa. Bibit siklon yang kini melemah ke low pressure area di sekitar 13–15° LS dan 105–110° BT terus menarik massa udara basah dan memperkuat swell dari selatan. Kombinasi ini menghasilkan gelombang tinggi yang menyebar ke utara hingga pantai selatan Jawa.
Zona rawan gelombang 4 meter meliputi:
Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur
Perairan selatan Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Pangandaran, Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Pacitan
Selat Sunda bagian selatan dan Selat Bali bagian selatan
Di zona pantai, gelombang pecah (breaking wave) diperkirakan mencapai 3–4 meter, berpotensi menimbulkan abrasi, genangan rob, dan arus bawah yang kuat. Puncak gelombang tinggi diprediksi terjadi pada 7–8 Februari pukul 04.00–07.00 dan 16.00–19.00 WIB setiap hari.

Dampak dan Respons Instansi: Gelombang Tinggi 4 Meter di Selatan Jawa

Hingga Sabtu pagi 7 Februari, gelombang tinggi sudah menyebabkan beberapa dampak:
Nelayan tradisional di Pangandaran, Cilacap, Kebumen, dan Pacitan melaporkan kesulitan melaut; beberapa perahu kecil terbalik di dekat pantai (tidak ada korban jiwa).
Pantai selatan Gunungkidul, Pacitan, dan Pangandaran mengalami abrasi ringan hingga sedang serta genangan rob mencapai 50–120 meter ke daratan.
Dermaga kecil di Kebumen, Purworejo, dan Pacitan rusak akibat hempasan gelombang berulang.
BPBD Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY telah membuka posko pantau gelombang di titik-titik rawan. Tim SAR gabungan Basarnas, TNI AL, Polairud, dan relawan nelayan dikerahkan untuk patroli pantai dan evakuasi jika diperlukan. Pemerintah daerah mengeluarkan larangan melaut untuk kapal di bawah 5 GT dan kapal nelayan tradisional hingga 9 Februari. Wisatawan diimbau tidak mendekati bibir pantai, terutama saat jam pasang tinggi.

Rekomendasi BMKG dan Langkah Antisipasi

BMKG memperpanjang status siaga gelombang tinggi hingga 9 Februari dan meminta masyarakat:
Nelayan dan pelaku usaha kapal kecil agar tidak melaut jika tinggi gelombang di atas 2,5 meter.
Wisatawan pantai menghindari aktivitas di bibir pantai, terutama saat jam pasang tinggi (04.00–07.00 dan 16.00–19.00 WIB).
Masyarakat pesisir waspada terhadap abrasi, genangan rob, dan arus bawah yang kuat.
Siapkan tas darurat dan pantau informasi resmi BMKG serta BPBD setempat.
Pemerintah daerah diminta memperkuat pengawasan pantai, memasang rambu peringatan, dan menyiapkan posko siaga di lokasi rawan. BMKG juga memprediksi angin kencang dan gelombang tinggi masih berpotensi hingga 10 Februari jika bibit siklon tidak sepenuhnya melemah.

Kesimpulan

Peringatan gelombang tinggi hingga 4 meter di perairan selatan Jawa mulai 7 Februari 2026 harus menjadi perhatian serius nelayan, pelaku wisata bahari, dan masyarakat pesisir. Meski siklon PENHA telah melemah, kombinasi angin kencang Monsun Asia dan sisa massa udara basah masih menyebabkan kondisi laut tidak stabil. Respons cepat BPBD, Basarnas, dan pemerintah daerah sudah terlihat dengan larangan melaut dan posko pantau, namun kewaspadaan tetap diperlukan hingga kondisi membaik. Semoga tidak ada korban jiwa atau kerusakan besar, dan masyarakat dapat menghindari aktivitas berisiko di laut. Pantai selatan Jawa memang indah, tapi saat ini ia sedang tidak ramah bagi siapa pun yang mengabaikan peringatan. Tetap aman, ikuti arahan resmi, dan saling ingatkan sesama warga pesisir.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *