BNPB Siaga Bencana Hidrometeorologi Awal Feb. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan status siaga tinggi terhadap bencana hidrometeorologi di seluruh Indonesia selama periode 1–10 Februari 2026. Peringatan ini dikeluarkan menyusul hujan lebat berkelanjutan yang dipicu Monsun Asia dan bibit siklon tropis di Samudra Hindia selatan Jawa. Hingga Jumat 6 Februari pagi, BNPB mencatat 22 kejadian banjir, 15 longsor, dan 9 banjir bandang di 14 provinsi, dengan korban meninggal dunia mencapai 24 orang dan lebih dari 68.000 jiwa terdampak. Posko nasional BNPB di Jakarta bekerja 24 jam untuk koordinasi dengan BPBD provinsi dan kabupaten/kota. REVIEW FILM
Wilayah Rawan dan Kejadian Terbaru: BNPB Siaga Bencana Hidrometeorologi Awal Feb
BNPB memetakan 21 provinsi dengan status siaga tinggi, terutama di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Kejadian terbaru yang dilaporkan:
Jawa Tengah: banjir bandang di Cilacap, Kebumen, Purworejo; longsor di lereng Merapi-Merbabu menewaskan 5 orang dan memutus akses jalan nasional.
Jawa Barat: tanah bergerak di Garut dan Tasikmalaya; banjir di Ciamis dan Banjar akibat luapan Sungai Cimanuk.
Sulawesi Selatan: banjir di Makassar, Gowa, dan Maros; genangan hingga 1 meter di kawasan rendah.
NTB: banjir bandang di Lombok Timur dan Sumbawa Barat; longsor di lereng Gunung Rinjani.
Papua: banjir sungai di Jayapura dan Pegunungan Tengah; longsor menutup akses jalan trans-Papua.
Curah hujan kumulatif sejak akhir Januari mencapai 250–450 mm di wilayah pegunungan dan pesisir. BMKG memprediksi hujan lebat masih berpotensi hingga 10 Februari, terutama saat puncak pasang tinggi.
Dampak terhadap Masyarakat dan Respons Darurat: BNPB Siaga Bencana Hidrometeorologi Awal Feb
Total korban meninggal dunia mencapai 24 orang (13 di Jawa Tengah, 6 di Jawa Barat, 3 di Sulawesi Selatan, 2 di NTB). Lebih dari 68.000 jiwa terdampak, dengan sekitar 12.000 orang mengungsi sementara ke posko-posko di masjid, sekolah, dan balai desa. Kerugian material diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah, termasuk rusaknya rumah, jembatan, jalan, sawah, dan infrastruktur listrik. Beberapa akses jalan nasional seperti jalur Cilacap–Purworejo, Garut–Tasikmalaya, dan Manado–Bitung masih terputus karena longsor.
BNPB telah mengaktifkan posko nasional dan posko daerah sejak 3 Februari. Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI-Polri, Tagana, PMI, dan relawan melakukan evakuasi menggunakan perahu karet, helikopter, dan alat berat. Bantuan logistik berupa makanan siap saji, air minum, selimut, obat-obatan, dan terpal sudah disalurkan ke lebih dari 300 titik pengungsian. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyatakan prioritas utama adalah penyelamatan jiwa dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi.
Rekomendasi BNPB dan BMKG
BNPB dan BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap banjir susulan, longsor di lereng curam, pohon tumbang, dan gelombang tinggi di pantai. Rekomendasi utama:
Hindari aktivitas di tepi sungai, lereng curam, dan pantai saat hujan lebat.
Siapkan tas darurat berisi makanan, air, obat-obatan, senter, dan dokumen penting.
Pantau informasi cuaca setiap jam melalui aplikasi Info BMKG dan Info Bencana BNPB.
Pemerintah daerah diminta mempercepat normalisasi sungai, pembersihan drainase, dan relokasi warga dari zona rawan longsor serta banjir bandang. BNPB juga menyiapkan stok bantuan logistik untuk 30 hari ke depan.
Kesimpulan
BNPB terus menjaga status siaga tinggi terhadap bencana hidrometeorologi awal Februari 2026 menyusul hujan lebat yang memicu banjir dan longsor di 14 provinsi. Korban jiwa mencapai 24 orang dan puluhan ribu jiwa terdampak, namun respons cepat tim SAR dan distribusi bantuan sudah terlihat efektif. Potensi bencana susulan tetap tinggi selama hujan masih intens. Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan resmi. Semoga cuaca segera membaik dan tidak menimbulkan korban lebih lanjut. Kesiapsiagaan dan solidaritas tetap menjadi kunci menghadapi musim hujan yang masih panjang. Tetap aman dan saling bantu di tengah cuaca ekstrem ini.